Tahun Pelajaran 2014/2015 Hadapi Tantangan Berat

Friday, July 4th, 2014
Drs. Wayan Kerene,M.Pd
Tahun pelajaran 2014/2015 bagi pengelola Satuan Pendidikan semua jenjang akan menghadapi tantangan yang cukup berat. Hal ini karena pada tahun pelajaran 2014/2015 ini semua sekolah jenjang Sekolah Dasar sampai SMA dan SMK harus menerapkan Kurikulum 2013. Sementara SDM Kependidikan banyak yang belum siap untuk menerjemahkan amanat Kurikulum 2013 dalam proses belajar mengajar.

Tantangan berat di tahun pelajaran 2014/2015 ini diakui oleh Wakasek Kurikulum SMKN 3 Sukawati Gianyar Drs. Wayan Kerene,M.Pd. Menurutnya semua sekolah dari jenjang Sekolah Dasar, SMP/MTs, SMA dan SMK, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka harus menerapkan Kurikulum 2013. Jika pada tahun pelajaran 2013/2014 penerapan kurikulum 2013 hanya di beberapa sekolah yang ditunjuk sebagai uji coba maka pada tahun pelajaran 2014/2015 ini semua sekolah harus menerapkan kurikulum 2013.”Dari sisi SDM Guru, belum semuanya siap untuk menerapkan kurikulum 2013 karena belum semua guru bidang studi mendapat pembekalan melalui workshop atau diklat”, ujarnya saat ditanya IMOB Educare belum lama ini.

Dalam kaitan dengan penerapan kurikulum 2013, khusus untuk SMK dituntut untuk lebih inovatif lagi dalam menyiapkan calon tenaga kerja yang memiliki keahlian dan kompetensi madya sehingga siap terjun ke dunia kerja. Hal ini karena rata-rata lulusan SMK lebih banyak yang langsung bekerja daripada melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Dengan kebijakan pemerintah dimana rasio peserta didik di SMK adalah 60 persen maka pengelolaan SMK memang harus lebih inovatif sehingga bisa menjawab kebutuhan industri kerja”, ujarnya.

Drs. D.N. Ngurah Suastika
Menurut Sekretaris Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru SMKN 3 Sukawati Drs. Dewa Nyoman Ngurah Suastika, inovasi memang mutlak dilakukan oleh SMK sehingga lulusannya dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja. Ia memberi contoh, SMKN 3 Sukawati adalah sekolah kejuruan dengan kompetensi seni pertunjukkan. Namun karena seni pertunjukkan sangat berkaitan erat dengan industri pariwisata maka sejak tiga tahun lalu dibuka kelas kompetensi keahlian pariwisata. “Kalau sebelumnya hanya kompetensi Seni Pertunjukkan jumlah peserta didik baru yang melamar selalu tak memenuhi kuota. Namun setelah dibuka program keahlian pariwisata jumlah peserta didik terus bertambah. Tahun pelajaran 2014/2015 ini kuota untuk SMKN 3 Sukawati adalah 500 peserta didik baru”, jelasnya.

Dijelaskan Dewa Nyoman Ngurah Suastika, penerimaan peserta didik baru di semua SMKN Kabupaten Gianyar dilakukan dengan sistem rayon. Pendaftaran di SMP masing-masing. Hal ini untuk menjaga pemerataan penerimaan siswa baru dan untuk menghindar jangan sampai ada sekolah yang jumlah siswa barunya lebih besar sementara sekolah lainnya justru tak kebagian siswa baru. Soal penerapan kurikulum 2013 ia mengatakan siap melaksanakannya meskipun sadar ada tantangan besar di depan mata.”Sebagai pendidik, kami harus siap, meskipun kami harus banyak belajar untuk menguasai kurikulum baru tersebut”, katanya.