NFC

Apa itu Teknologi NFC?
Wednesday, November 16th, 2011
NFC
Mari kita berkenalan dengan teknologi NFC, Near-Field Communication. NFC merupakan salah satu Metode pembayaran yang lazim berlaku di Jepang. Teknologi ini mungkin masih belum populer di telinga kita, oleh karena itu apa itu teknologi Near-Field Communication ? Kita lihat pemaparan berikut ini.
Ketika kita hendak membeli sesuatu dan membayar, pada saat ini ada dua cara pembayaran yang bisa dilakukan. Pertama dengan uang tunai, dan kedua menggunakan kartu debit atau kredit. Namun, bagaimana bila kamu bisa membayarnya hanya dengan melambaikan ponsel yang ada dalam genggaman?
Metode pembayaran seperti ini sebenarnya sudah ada di Jepang bertahun-tahun yang lalu. Namun, cara yang tampaknya mudah ini sampai saat ini masih terbatas perkembangannya di luar Negara matahari terbit.
Padahal teknologi yang memungkinkan pembayaran lewat ponsel ini, Near-Field Communication (NFC) sudah lama dikenal, bahkan diintegrasikan ke dalam beberapa model handset di luar Jepang, seperti dari Nokia, Samsung dan Motorola.
Meskipun belum mendapatkan sambutan luas di luar Jepang, tampaknya dalam tahun ini ketertarikan terhadap penerapan NFC di ponsel kembali bangkit. Sejauh ini fungsi Near-Field Communication ini belum banyak berguna, karena gerai yang mendukung teknologi ini masih terbatas.
Sebenarnya NFC adalah pengembangan dari teknologi kartu Radio Frequency Identification (RFID). RFID ini memiliki bentuk dan fungsi yang sama seperti kartu ATM bedanya adalah kartu RFID tidak perlu digosok (contactless) sehingga kartu RFID tidak perlu dikeluarkan dari dompet dalam proses pembayaran, pengguna cukup mendekatkan dompetnya ke terminal pembayaran atau disebut reader. Di Indonesia, kartu RFID sudah banyak digunakan, contohnya: e-Toll untuk pembayaran otomatis gerbang tol, gelang (RFID tag, bukan berbentuk kartu) yang digunakan sebagai pengganti tiket di taman-taman hiburan.
Teknologi NFC pada handphone selangkah lebih maju daripada teknologi RFID dimana pada handphone ditanamkan NFC chip yang dapat bertindak sebagai kartu RFID dan juga sebagai reader sekaligus dengan radius jangkauan pendek (kurang dari 10 cm). Teknologi NFC pada handphone betul-betul dapat menggantikan dompet dimana dapat mengeluarkan uang dan juga menerima uang dari dan ke sesama pengguna NFC. Selain untuk pembayaran teknologi NFC dapat digunakan sebagai pengganti KTP, SIM, kartu mahasiswa, kartu absen, dan lain-lain.
Direncanakan tahun 2011 ini akan muncul berbagai produk handphone ternama yang dilengkapi teknologi NFC. Produk handphone pertama dengan teknologi NFC yang sudah dipasarkan di Eropa dan Amerika adalah Samsung Nexus S, dilengkai NFC controller chip produk NXP (Philips) yaitu PN544. Philips adalah produsen ternama untuk kartu RFID. Samsung Nexus S menggunakan sistem operasi Android versi Gingerbread yang didukung oleh Google. Google sendiri sudah mempersiapkan berbagai aplikasi untuk teknologi NFC pada handphone. Baru-baru ini juga RIM mengeluarkan ponsel BlackBerry Bold 9900 & 9930 yang sudah dilengkapi teknologi NFC.
Jarak pendek
Seperti namanya, chip NFC bekerja pada jarak pendek, yaitu kurang dari 10 cm, menggunakan prinsip induksi magnetik. Keping NFC tidak hanya dapat ditanamkan ke dalam ponsel, tetapi juga ke dalam peranti lain seperti kartu kredit/debit, kartu identitas ataupun poster. Karena pada dasarnya dapat ditanamkan di mana saja, pada saat ini tidak hanya ponsel yang dilengkapi dengan NFC. Lembaga keuangan seperti Visa dan MasterCard juga telah menawarkan jasa pembayaran yang menggunakan teknologi NFC ini di beberapa negara.
Dengan teknologi ini, pemilik kartu Visa atau MasterCard cukup menyentuhkan kartunya untuk membayar belanja. Karena mudah disalahgunakan bila kartu tersebut dicuri, pembayaran seperti ini biasanya dibatasi jumlahnya.
Implementasi pada ponsel bisa jadi melibatkan operator telekomunikasi. Dalam hal ini chip NFC akan berhubungan dengan kartu SIM (subscriber identification module) menggunakan protokol SWP (single-wire protocol), atau mungkin malah ditanamkan di dalamnya.
Bila ditanamkan ke dalam kartu SIM, fitur NFC ini tetap dipertahankan meskipun pemiliknya berganti ponsel. Pembayaran dapat dilakukan melalui rekening yang dikelola oleh operator.
Perlu dukungan prasarana
Masalah terbesar dalam adopsi teknologi NFC untuk pembayaran adalah banyaknya pihak yang harus terlibat. Tidak hanya pembuat ponsel yang perlu mengintegrasikannya, pihak-pihak lain seperti gerai, toko, penyedia transportasi massa juga harus menyediakan terminal yang mendukung. Untuk pembayaran, perbankan dan operator telekomunikasi juga harus sudah mendukung.
Beragam pihak yang harus ikut serta juga menuntut adanya standar, agar semua peranti yang digunakan dapat saling berkomunikasi. Meskipun sudah dibicarakan sejak 2007, belum adanya kesepakatan antara vendor ponsel, operator, bank dan penjual menyebabkan sampai saat ini penggunaan NFC masih belum seluas yang seharusnya.