Mengintip Kegiatan MOS di Sekolah

Monday, August 8th, 2011

 

mos
Rame-rame menggelar Masa Orientasi Sekolah. Itulah yang dilakukan pada pekan pertama tahun ajaran 2011/2012. Yang menarik, MOS tidak lagi sebagai ajang perpeloncoan, tetapi sebagai ajang untuk merekat rasa bersaudara.

 

SMA Negeri 2 di Jalan PB Sudirman Denpasar termasuk yang serius melaksanakan MOS bagi ratusan siswa baru kelas X. Sebelum MOS yang dimulai Senin 18 Juli 2011, sekolah ini menyelenggarakan Pra MOS selama beberapa hari, semacam pemantapan agar bisa mengikuti MOS utama secara tertib dan lancar. MOS di SMAN 2 Denpasar diisi dengan berbagai ceramah. Seorang siswa peserta MOS mengakui, MOS sangat menyenangkan.”Aku sempat takut kalau nanti saat MOS disiksa kakak kelas, ternyata MOS saling mengakrabkan”, ujarnya tanpa menyebut namanya.

Di SMAN 3 Denpasar MOS berlangsung selama empat hari sesuai dengan surat edaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar. MOS diisi dengan sejumlah ceramah yang sangat berguna bagi para siswa baru. MOS di SMAN 3 Denpasar yang berlokasi di Jalan SMAN 3 Denpasar ini diadakan untuk mengenalkan siswa baru dengan lingkungan sekolah barunya.”Kami menyelenggarakan MOS sesuai dengan arahan pemerintah kota Denpasar yakni MOS yang sehat, sejuk, kreatif dan berbudaya. Kami menjauhkan tindakan yang memalukan”, ujar Wisnu, Ketua Osis SMAN 3 Denpasar.

 

bhnjk
Di SMK TI Bali Global MOS diikuti oleh 380 siswa baru yang dikemas dengan beragam kegiatan yang jauh dari kesan perpeloncoan. Para siswa baru mendapat pembekalan materi terkait pengenalan lingkungan sekolah, pendidikan karakter dan kegiatan sosial berupa penanaman pohon serta pemberantasan sarang nyamuk. Menurut salah seorang peserta MOS, melalui kegiatan ini ia semakin mengenal SMK TI Bali Global dan semakin merasa bahwa pilihannya masuk SMK TI Bali Global adalah tepat.”Terima kasih banyak kepada kakak kelas dan para guru yang telah membimbing kami selama MOS. Kami berjanji akan menjadi siswa yang menjaga nama baik sekolah”, ujar sumber yang enggan menyebutkan namanya.

 

Sekolah-sekolah di lingkungan Yayasan Dwijendra melaksanakan MOS dalam suasana hangat, akrab dan bersaudara. MOS dipusatkan di Aula Yayasan Dwijendra dan di Wantilan DPRD Provinsi Bali. MOS dibuka oleh Ketua Yayasan Dwijendra Drs. Ida Bagus Gede Wiyana. Pada MOS yang dikaitkan dengan momentum pencanangan pendidikan karakter 2011-2012 di Dwijendra Ida Bagus Gede Wiyana menggunakan kostum merah putih dan lambang Garuda Indonesia dan bersama peserta MOS menyanyikan lagu Garuda di dadaku. Para peserta MOS selain mendapatkan pembekalan pengenalan lingkungan sekolah, juga materi-materi lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan rasa kebangsaan Indonesia.MOS di Dwijendra diikuti oleh 850 siswa baru terdiri dari 23 siswa TK, 30 siswa SD, 33 siswa SMK, 304 siswa SMP dan 450 siswa SMA.

Di SMA PGRI 2 Denpasar MOS diikuti oleh 292 siswa baru. Pembukaan MOS di halaman sekolah ditandai dengan penyematan topi dan atribut MOS oleh kepala sekolah Ida Bagus Made Wara,SPd,MM. Ia mengatakan MOS sebagai ajang pengenalan kehidupan sekolah dan fasilitasnya juga diisi dengan penanaman budaya disiplin. Siswa juga diberikan pemahaman tentang tata cara berpakaian dan menata rambut. Siswa juga dilarang membawa HP dan dilarang merokok.SMA PGRI 2 Denpasar yang berlokasi di Perumahan Monang Maning ini sudah 27 tahun berpengalaman mengelola sekolah. Sekolah ini mendapat imbas dari SMAN 4 Denpasar karena 99 persen gurunya dari SMAN 4 Denpasar.

Di lingkungan Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas), MOS dilaksanakan secara kreatif dan tidak merugikan siswa. Pembukaan MOS dilaksanakan di Lapangan Perdiknas diikuti siswa-siswi SMP Nasional, SMA Nasional dan SMK Teknologi Nasional yang secara resmi dibuka oleh Ketua Perdiknas AAA Ngr Tini Rusmini Gorda,SH,MM. Kegiatan MOS dikoordinir oleh SMK Teknologi Nasional. Ketua Panitia MOS AA Ari Sutraningsih mengatakan MOS kali ini diikti oleh 377 siswa baru. MOS bertujuan agar siswa baru dapat mengenali dan memahami dengan baik sekolahnya, warga sekolah dan lingkungan sekolah.MOS diisi dengan ceramah seperti bahaya narkoba, kesehastan reproduksi, penyuluhan dan praktek pemberantasan sarang nyamuk, bakti penghijauan dan lain-lain.

MOS di SMAN 4 Denpasar dibuka dan dihadiri oleh pejabat kemendiknas. Pembukaan MOS di salah satu RSBI ini diisi dengan agenda pendeklarasian pendidikan karakter oleh siswa dan guru. Pembukaan MOS diawali dengan upacara bendera dengan pembina upacara Kabid Pengembangan Profesi Pendidikan Menengah pada Pusat Pengembangan Profesi Pendidikan Kemendiknas RI Dra. Dian Mahsunah,MPd. Ia juga membacakan sambutan dari mendiknas Muhamad Nuh yang menegaskan betapa pentingnya pendidikan karakter bagi para siswa di semua jenjang pendidikan.

Di SMKN 5 Denpasar MOS diisi dengan berbagai kegiatan yang sangat memperkaya para siswa. Ketua Osis SMKN 5 Ni Luh Puteri Candra Dewi menjelaskan selama MOS para siswa mendapat pembekalan tentang pengenalan lingkungan sekolah, perkenalan siswa baru, teori upacara bendera, pengenalan kegiatan ekstra kurikuler, program dan cara belajar. Para siswa juga diperkaya dengan materi kessadaran berbangsa dan bernegara, wawasan kebangsaan, tata krama siswa, wawasan wiyata mandala, bhakti penghijauan, pemberantasan sarang nyamuk. Selain itu ada olahraga gembira, ceramah dari Kisara, ceramah dari kepolisian, ceramah kepemimpinan, ceramah tentang global warning, penyuluhasn HIV/AIDS dan lain-lain. ”Tahun ini MOS sangat sejuk. Kami berharap tahun-tahun mendatang MOS akan lebih memberikan nilai tambah bagi para siswa peserta MOS”, ujar Puteri yang juga aktifis di Forum Komunikasi Osis Kota Denpasar ini.