Kertamasa: Dinamika Kehidupan Masyarakat Agraris Menuju Kesejahteraan Semesta

PKB XXXVI Tahun 2014
Saturday, July 5th, 2014
SBY
Untuk yang ke-36 kalinya Pesta Kesenian Bali diselenggarakan sejak dicanangkan oleh budayawan yang juga Gubernur Bali kala itu Prof.Dr. Ida Bagus Mantra. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tercatat sebagai Presiden RI yang selama sepuluh tahun berurut-turut berkenan membuka Pesta Kesenian Bali.

PKB XXXVI tahun 2014 dibuka secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat 13 Juni 2014 lalu.Dengan mengenakan pakaian adat Bali, Presiden SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono melepas pawai Pesta Kesenian Bali, di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, Jumat (13/6) siang. Tema PKB kali ini adalah ‘Kertamasa: Dinamika Kehidupan Masyarakat Agraris Menuju Kesejahteraan Semesta’. Presiden SBY melepas pawai PKB tersebut dengan memukul kulkul.

Sebelumnya Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam laporannya mengatakan bahwa pawai ini adalah prosesi yang mengawali Pesta Kesenian Bali. Pawai merepresentasikan kekhasan seni budaya yang dimiliki masyarakat Bali yang masih lestari sampai sekarang. Pawai arak-arakan kesenian dalam pembukaan PKB tahun ini melibatkan sebanyak 15 duta seni yang terdiri atas kontingen Kabupaten/Kota, partisipasi dari luar daerah dan luar negeri seperti India, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, serta dimeriahkan partisipasi dari Kodam IX Udayana, Kopertis Perguruan Tinggi Swasta, dan Drum Band Udayana. Secara umum, tahun ini pawai berusaha menyajikan berbagai bentuk keragaman seni Bali yang dikemas dalam prosesi berjalan.

Memukul Kulkul
Malam harinya Jumat (13/6) Presiden SBY membuka Pesta Kesenian Bali XXXVI di Art Center Denpasar. Dengan memukul kulkul, kentungan khas Bali, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono resmi membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) XXXVI tahun 2014 di Panggung Terbuka Ardha Chandra, Art Centre, Denpasar. Presiden SBY dalam sambutannya berharap, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dunia, Indonesia harus memiliki ketahanan pangan yang cukup. Cukup bagi bangsanya sendiri atau bahkan bisa disumbangkan ke negara-negara lain. Presiden mengatakan Kertamasa dalam Bahasa Indonesia berarti kemakmuran yang artinya juga memerlukan pangan yang cukup. Diharapkan pula melalui kegiatan ini, mampu melahirkan bentuk kesenian yang berkualitas inovatif tanpa meninggalkan jati dirinya.

Presiden menegaskan kesenian pada hakikatnya adalah menyatukan, bukan memisahkan. Kesenian juga membawa keteduhan, kasih sayang, dan rasa persaudaraan. Masyarakat tidak boleh kering dengan kehidupan beragama dan jauh dari kehidupan berkesenian serta berbudaya. Kata Presiden, ketika Bali alami musibah pada tahun 2002 dan 2005 oleh tangan jahil teroris, SBY mengaku bersumpah memohon pertolongan Tuhan untuk menjaga keamanan, ketentraman, dan keadaan yang baik di Bali ini, agar tradisi nilai-nilai dan kehidupan masyarakat yang religius tetap dapat dijaga dan dijalankan.

PKB
Presiden mengatakan kesenian adalah sebuah soft power, berbeda dengan dunia politik yang merupakan hard power. Jika kesenian bisa dilakukan dan dilestarikan, baik di negeri sendiri maupun di dunia, maka negara dan dunia akan hidup aman, tenteram, serta tidak perlu harus ada konflik dan peperangan.Sebaliknya, hard power atau memaksakan kehendak itu tidak baik, apalagi dilakukan melampaui batasnya. Presiden tegaskan, jika kehidupan yang religius dan masyarakat yang membangun seni budaya bisa dikembangkan, maka Pulau Dewata bukan hanya terkenal di seluruh dunia, tetapi dunia dan Indonesia bahkan bisa turut belajar dari pulau yang kerap disebut dengan ‘The Island of God’ ini.

Acara pembukaan PKB XXXVI dimeriahkan penampilan oraturium ‘Rama Sita Prana Bhuwana’ oleh Sanggar Tari ISI Denpasar.PKB berlangsung selama satu bulan penuh di Pusat Kebudayaan Bali.Selain kesenian khas Pulau Dewata, juga dipamerkan kesenian dari provinsi-provinsi lain Indonesia.Beberapa negara sahabat, seperti India dan Amerika Serikat, turut ambil bagian.