Hari Pelaut Sedunia

Saturday, July 5th, 2014
Hari Pelaut Sedunia
Setiap tahun, 25 Juni diperingati sebagai Hari Pelaut Sedunia. Dunia mengakui sangat berharganya kontribusi pelaut bagi perdagangan internasional dan ekonomi. Kali ini, Bali memperingati hari pelaut sedunia di Taman Jepun, Jalan Hayam Wuruk, Denpasar Rabu (25/6) lalu.

Acara yang diadakan dengan meriah oleh Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Bali itu dihadiri oleh ketua KPI Bali, ketua DPRD Bali, kepala Dinas Tenaga Kerja Bali, ketua  BP3 TKI, ketua KPI Jakarta, dan para pelaut dari berbagai daerah seperti pelaut dari Solo dan Yogjakarta. Ketua KPI Bali, I Nyoman Dewa Budiasa dalam sambutannya mengungkapkan bahwa acara ini sudah digelar sejak 23 Juni lalu dengan mengunjungi rekan-rekan pelaut di Tanjung Benoa, memberikan pengarahan tentang sikap pekerja pelaut dan berkampanye tentang HIV.

Hari Pelaut Sedunia
Sebelumnya pada sore hari yang sama  KPI Bali juga menyelenggarakan seminar untuk para pelaut yang akan berangkat ke luar negeri. Seminar tersebut membuka wawasan para pekerja  laut untuk memahami hak dan kewajibannya  serta bagaimana mereka membawa diri selama melaksanakan pekerjaan di atas  kapal. Usai  seminar  dilanjutkan  dengan  penanaman pohon jepun sebagai tanda  bahwa para pelaut  meskipun  menghabiskan  sebagian besar  waktunya di laut  tetapi tetap peduli pada lingkungan  daratan, peduli pada bumi dan mendukung  gerakan Bali Green and Clean.




Hari Pelaut Sedunia
Menurut Dewa Budiasa Taman Jepun rencananya akan dijadikan sebagai Bali Seafarers Center yaitu pusat pelayanan pelaut dan pusat rekreasi bagi keluarga pelaut. “Diharapkan kedepannya pemerintah Bali mendirikan suatu tempat sebaga bentuk penghargaan kepada para pelaut di seluruh Indonesia,” ungkap ketua KPI Bali, I Nyoman Dewa Budiasa.
Pelaut memang sudah selayaknya mendapat penghargaan atas kerja keras mereka. Hal ini didukung oleh pendapat ketua KPI Jakarta, Hanafi Rusnadi yang juga hadir pada malam itu. Menurutnya, Bali sangat potensial untuk kapal-kapal utamanya kapal penumpang. Pelaut Bali yang bekerja di luar negeri sekitar 25 ribu orang. Bali menjadi tumpuan adanya seafarers karena pelautnya dijamin tidak terintimidasi hal-hal negatif, tentunya akan dijaga agar pelaut Bali tetap beretiket baik dan tersalurkan di kapal-kapal asing. Hanafi dalam kesempatan itu menyatakan pula untuk bangga menjadi pelaut.

Hari Pelaut Sedunia
Pernyataan Hanafi didukung oleh sambutan Walikota Denpasar yang dibacakan Kadisnaker Kota Denpasar. Walikota Rai Mantra mengatakan pada tahun 2013 sebanyak 14 ribu TKI dikirim ke 57 negara. Dan 11 ribu diantaranya atau 87% adalah pelaut. “Dengan asumsi penghasilan pelaut 1000 USD per bulan, 80% dikirim atau dibawa pulang. Jumlah estimasi minimal masuk ke dalam remitance adalah 110 juta USD atau sekitar 1,3 triliyun rupiah di tahun 2013. Hal ini tentu membawa pengaruh yang besar terhadap perekonomian”, tegas Walikota dalam sambutan tertulisnya itu.
Diungkapkan pula masalah keselamatan pelaut adalah hal yang harus diperhatikan dari berbagai pihak yang terkait.
Pelaut-pelaut kita mempunyai sertifikasi baik nasional maupun internasional sehingga keselamatan pelaut bak dari segi penghasilan pelaut dapat disesuaikan dengan standar. Sementara itu, I Wayan Pageh, Kepala BP3 TKI Denpasar mengungkapkan terimakasih kepada KPI Bali karena telah melindungi para pelaut. I Wayan Pageh mengharapkan para pelaut agar mendapatkan hak-hak sesuai dengan aturan-aturan pekerja.

Hari Pelaut Sedunia
Dalam kesempatan ini diharapkan masyarakat luas yang bukan pelaut mengapresiasi pelaut yang bekerja di lepas samudera. Masyarakat luas harus mengetahui bahwa hampir 90% komoditi dari bahan makanan, bahan bakar minyak dan barang-barang kebutuhan manusia lainnya didistribusikan melalui jalur laut. Bali yang sangat menghormati laut dengan adanya Hyang Waruna seharusnya juga memperhatikan pelaut yang terjun langsung ke lautan meninggalkan sanak saudara. Tujuannya tidak lain adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan menunjang kehidupan orang lain. Maka dari itu, keselamatan pelaut haruslah diutamakan.

Diungkapkan I Made Pageh demi keselamatan pelaut maka harus ada dua hal yang perlu diperhatikan. Dua hal tersebut adalah pendidikan atau pembekalan untuk menghindari cultural shocks dan legalitas berupa paper legal (surat-surat seperti kontrak kerja dan lain-lain). Selanjutnya ketua KPI Bali menambahkan, peran pemerintah juga diperlukan untuk keselamatan pelaut. Pemerintah pada setiap dinas harus sinergi dalam membuat kebijakan agar peraturan tidak tumpang tindih.